Jepara –  KKN UPGRIS di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara mengadakan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan Pembibitan Buah Tin, Selasa, (11/2).

Kegiatan ini dilakukan untuk mengedukasi kepada masyarakat bagaimana membuat Pupuk Organik Cair (POC) yang sangat mudah serta dapat mengaplikasikannya ke berbagai tanaman atau buah untuk melakukan penghijauan di Desa Mantingan. Koordinator Desa (Kordes) KKN UPGRIS desa Mantingan menyampaikan bahwa  pupuk cair ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memanfaatkan lomba lingkungan guna meminimalisir dana untuk pembelian pupuk, dikarenakan harga pupuk semakin lama semakin mahal maka dengan adanya pembuatan pupuk POC yang petani tidak usah membeli pupuk ditoko-toko melainkan mengolahnya sendiri dari limbah dedaunan yang ada disekitar. untuk produksinyapun bisa berkelanjutan, yang paling penting pembuatannya sederhana dan sangat mudah sehingga kebutuhan petani untuk pupuk bisa terpenuhi.

“Saya berharap kepada masyakrat terutama petani, agar bisa memproduksi sendiri pupuk cair ini, karena banyak ditemukan limbah rumah tangga (sayuran basi, sisa nasi, daun tumbuhan, buah busuk, dan limbah rumah tangga lainnya) yang bisa digunakan untuk bahan dasar pembuatan pupuk cair dan juga diharapkan hal ini bisa segera diimplementasikan,” ujar Cherio. Dengan modal yang tidak begitu besar bahkan dapat dikatakan kecil, petani dapat mendapatkan untung yang jauh lebih besar jika menggunakan pupuk organik cair yang dibuat sendiri.

Untuk pembibitan Buah Tin sendiri, Cherio mengatakan bahwa buah tin sendiri memiliki banyak manfaat dan dipercayai kaya dengan zat antioksidan, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, kalsium, zat besi, fosforus, mangan, sodium, potasium dan serat yang dapat membantu menjaga kesihatan badan. Teksturnya yang lembut dan rasa lemak manis merupakan salah satu alasan mengapa buah ini cukup digemari masyarakat.

Namun disayangkan di Indonesia sendiri belum banyak masyarakat menanam buah Tin, maka dengan adanya pembibitan buah tin ini diharapakan masyarakat desa Mantingan memiliki keinginan untuk terus mengembangkan dan membudidayakan buah tin. (RedG/KKN UPGRIS)

Tinggalkan Balasan