Karanganyar – Dalam rangka menggali potensi warga Nahdliyin di Kabupaten Karanganyar. Luluk Nur Hamidah (Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengadakan kegiatan sarasehan dan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Strategi Penguatan Dakwah, Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi”. Kegiatan tersebut diadakan di Kantor PCNU Kabupaten Karanganyar di Jalan Lingkar Luar Bejen, Tegalasri, Bejen, Kecamatan Karanganyar, pada hari Sabtu, 4 Januari 2020.

Selain Luluk Nur Hamidah, nampak hadir anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Mukafi Fadli dan anggota DPRD Kabupaten Karanganyar Tony dan Rosyid.Pengurus PCNU dan Banom-Banomnya juga hadir yaitu Pengurus Muslimat, Pengurus Fatayat, Pengurus IPNU dan IPPNU. Pengurus Pagar Nusa dan Lembaga Ma’arif juga hadir PERGUNU (Persatuan Guru Nahdlotul Ulama).

Selain itu Luluk Nur Hamidah juga mempertemulan pelaku usaha dan pihak perbankan yaitu Bank BNI 46.

Luluk menjelaskan dia berupaya agar para pelaku usaha dapat mengakses modal ke bank.

“Dari informasi yang kami dapatkan di wilayah Karanganyar terdapat 902 pelaku usaha kecil dari warga Nahdliyiin. Untuk menopang usaha tersebut kami mendorong pihak Bank dapat memberikan kemudahan akses modal,” ungkapnya.

Luluk berkomitmen mensinergikan antara NU dan PKB, keduanya harus bisa saling mengisi untuk tujuan kemaslahatan umat. Kedepan NU harus berkontribusi lebih baik dalam sosial kemasyarakatan maupun dalam pengambilan kebijakan pemerintah melalui wakil-wakilnya di parlemen (PKB).

Ketua PCNU Kabupaten Karanganyar KH Khuzaeni Hasan dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas diadakannya kegiatan tersebut karena terdapat singkronisasi visi dan misi antara Nahdlotul Ulama (NU) dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), juga penguatan kelembagaan Nahdliyin.

Suasana sarasehan dan FGD semakin hidup ketika dua fasilitator yang dihadirkan Luluk berbicara tentang bagaimana strategi penguatan dakwah, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.Fasilitator tersebut adalah Baharudin (Qoryah Thoyyibah-Salatiga) dan Syukur Fakhruddin (Ketua API Jateng).

Kedua fasilitator sepakat bahwa Strategi yang luar biasa yang sudah menjadi tradisi warga Nahdliyin yaitu musyawarah, bisa menjadi strategi kunci khususnya pemberdayaan ekonomi.

Syukur Fachrudin berpendapat setiap musyawarah harus menghasilkan sebuah ide kegiatan atau yang keren disebut dengan bisnis plan.

“Dari sini akan muncul kekuatan strategi dan pemberdayaan apalagi jika yang dilibatkan adalah perempuan muda. Jika pembinaan ini dilakukan secara masif, Selain akan menjadi kekuatan ekonomi lokal, hal ini juga akan menjadi kekuatan ekonomi keluarga. Dalam konsep keluarga sejahtera dalam bingkai konsep Baiti Jannati, ” jelasnya.

Dalam Sarasehan dan FGD tersebut banyak muncul ide dan usulan khusunya dari lembaga pendidikan yang berazas NU.

Luluk menyampaikan jika memang ada yang siap dengan konsekuensi administrasi akan di usulkan BLK atau Balai Latian Kerja.

“Keberadaan lembaga ketrampilan ini menjadi sebuah keniscayaan yang akan menjadi tempat mengasah ketrampilan warga Nahdliyin yang nantinya siap bersaing di dunia usaha maupun di dunia pendidikan,” bebernya.

Dalam clossing statement Luluk siap menindaklanjuti hasil FGD dan menampung usulan dan aspirasi yang disampaikan oleh para peserta sarasehan dan FGD.( red )

Tinggalkan Balasan