Wonogiri – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Luluk Nur Hamidah mempunyai cara tersendiri untuk memberdayakan masyarakat petani di Indonesia.

Ia melakukan safari serap aspirasi masyarakat dalam masa Reses I tahun 2019-2020 di Desa Brenggolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Rabu (25/12/2019) kemarin.

Acara diikuti oleh sekitar 150 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Tua dan muda berkumpul menjadi satu. Mereka memantapkan komitmen kemajuan pertanian di Indonesia.

Luluk mengatakan, spirit pertanian di era digital ini harus ditingkatkan. Tentu, dalam penerapannya melalui tahapan-tahapan atau proses yang harus dilalui.

“Sudah waktunya kita berdaya dan digdaya. Petani kita harus unggul, dari kualitas maupun kuantitas,” tegas Luluk.

Perempuan kelahiran Jombang tersebut juga menyerahkan paket alat pengolah kopi kepada kelompok tani Mandiri Argowilis. Alat mesin tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Penyerahan alat pengolah kopi satu set tersebut terdiri atas lima jenis alat. Mulai dari pengupas, sangrai, pembubuk, dan packaging.

Alat ini diberikan secara cuma-cuma alias gratis. Namun, Luluk hanya mensyaratkan komitmen masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas dan potensi diri dengan maksimal.

“Alat ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi di sini. Semoga bermanfaat,” tukasnya.

Luluk menegaskan, petani juga perlu terus belajar meningkatkan kapasitas diri agar produktivitas satu tarikan nafas dengan kualitas.

“Kualitas produk, packaging, dan pemasaran itu penting. Produksi kita harus bisa bersaing bahkan tembus pasar ekspor,” katanya.

Target tersebut tentu, kata Luluk, tidak akan lepas dari peran penting pemerintah. Pemerintah perlu untuk membina, melatih, dan memfasilitasi termasuk akses modal dan pasar agar produk komoditas pertanian makin berkembang.

Luluk berharap, hadirnya alat pengolah kopi ini menghadirkan semangat baru. Nuansa pertanian kopi di masyarakat sekitar dapat terbangun dengan baik sehingga hasil produksi dan kualitas produk juga ikut membaik.

Ia mengajak kelompok tani supaya semakin semangat dalam mengembangkan usaha di bidang pengelolaan kopi. Petani diyakini sebagai aktor utama penggerak distribusi pangan di Indonesia. (red)

Tinggalkan Komentar