Kabupaten Semarang – Minyak jelantah merupakan minyak yang digunakan untuk menggoreng secara berulang-ulang, bahkan sampai warnanya coklat tua atau hitam dan kemudian dibuang. Pembuangan minyak jelantah ke lingkungan juga dapat menimbulkan pencemaran bagi lingkungan, terutama di Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya pembuangan limbah minyak goreng secara langsung menjadi salah satu alasan yang mendasari tim peneliti undip untuk melakukan pendampingan pengolahan minyak jelantah menjadi barang ekonomis berupa sabun.

Penggunaan bahan-bahan dalam pembuatan sabun terbilang sederhana dan mudah diperoleh yaitu minyak jelantah, jahe, larutan alkali (NaOH), air, pewangi dan pewarna. Untuk mengurangi bau dan menyerap residu, maka minyak jelantah dapat dicampurkan dengan jahe yang telah digeprek lalu kemudian dipanaskan bersama – sama dengan minyak jelantah. Lalu kemudian disaring menggunakan kain saring. Setelah itu minyak tersebut dicampur dengan larutan NaOH lantas diaduk sampai mengental. Langkah terakhir yaitu menambahkan pewangi dan pewarna ke dalam adonan sabun dan sabun siap dicetak.

Tim yang terdiri dari Ir. Wisnu Broto, MT, Fahmi Arifan ST, M.Eng dan Dionisius Andika Putra mejelaskan bahwa dengan adanya pendampingan pembuatan sabun dari minyak jelantah diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomis limbah rumah tangga khususnya minyak goreng bekas dan mengurangi pembuangan limbah rumah tangga secara langsung ke lingkungan di Desa Sugihan.(RedG)

Tinggalkan Komentar