Surakarta-Suara gemuruh terdengar di SMA dan SMP AL Azhar Solo Baru pada pukul 13.00 WIB, Rabu (13/11). Usai dipantau, suara gemuruh tersebut ternyata datang dari sound system yang sudah berada di halaman SMA dan SMP AL Azhar yang kemudian membuat siswa yang sedang belajar dikelas berhamburan keluar dari kelasnya.

Dikonfirmasi kepada Direktorat Pendidikan Al Azhar, Kartika Dewi.

“Suara gemuruh ini merupakan sebuah bentuk simulasi bencana gempa bumi yang bisa kapan saja terjadi. Simulasi evakuasi bencana gempa bumi ini dilakukan guna membuat sekolah tanggap bencana dan mengenal materi tentang SAR,” jelasnya.

Sekolah Al Azhar telah menerapkan Fungsi Kode Darurat yg diciptakan untuk mengkoordinir apabila sekolah terdampak bencana atau dalam keadaan darurat. Mengingat negara Indonesia secara geografis terletak pada 3 lempeng aktif yang selalu menimbulkan gerakan bumi atau disebut Gempa Bumi.

Dalam penyelenggaraan simulasi bencana tersebut, direktorat pendidikan Al Azhar bekerjasama dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Jawa Tengah, Pos SAR Surakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 320 siswa SMP dan 230 siswa SMA, dengan didampingi oleh Direktur Al Azhar, Kartika Dewi, beserta Para Ustad/Ustadjah Guru, karyawan dan karyawati Al Azhar yang turut serta berpartisipasi dalam melaksanakan simulasi tersebut.

“Harapannya dengan adanya kegiatan ini semua pihak yg terkait di Direktorat Pendidikan Al Azhar dan para murid dapat mengerti sejak dini tentang apa saja yang harus dilakukan saat terjadinya bencana gempa bumi datang. Hal tersebut sekaligus menciptakan sekolah tanggap bencana dan dapat secara cepat, tepat dan handal melakukan upaya evakuasi mandiri di Sekolah Al Azhar Solo Baru. Mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan tidak ada salahnya kita selalu tanggap sigap dalam upaya-upaya pencegahan terhadap hal-hal yang mengakibatkan ancaman bencana alam,” pungkas Kartika Dewi.

Tinggalkan Komentar