Wonogiri – Untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan wawasan tentang nilai- nilai luhur serta sejarah budaya bangsa Indonesia, Pemda Wonogiri sengaja untuk mengadakan kegiatan symposium dan Sarahsehan Pemuda dan Budaya Kepemudaan Kabupaten Wonogiri tahun 2019 yang dilaksanakan di ruang Khayangan Setda Kabupaten Wonogiri, Rabu (13/11).

Kalau kita melihat saat ini, budaya-budaya bangsa Indonesia yang begitu banyak salah satu diantaranya adalah budaya sopan-santunnya, ramah-tamahnya dan saling menghargai antara satu dengan yang lain, sekelumit sambutan yang disampaikan oleh Kabag Kesra Kabupaten Wonogiri H. Mubaroq dalam pembukaan kegiatan Sisposium tersebut.

H. Mubaroq menambahkan, akhir-akhir ini budaya ini sudah mulai luntur karena beberapa pengaruh, salah satu diantaranya adalah pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia, untuk itu harapan dengan adanya symposium pada hari ini bagaimana kita sebagai pemuda generasi penerus bangsa agar tetap menjaga budaya-budaya yang kita miliki. Untuk itu hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama bagaimana Kabupaten Wonogiri pada khususnya budaya-budaya bangsa Indonesia tetap menjaganya.

Kasdim 0728/Wonogiri Mayor Inf Nurul Muthahar, S.Ag., M.Pd pada kegiatan tersebut menyampaikan materi “ Penguatan Jati Diri Pemuda Untuk Menjaga Keutuhan NKRI “, dijelaskan oleh Kasdim untuk menjaga NKRI tentu para pemuda harus mempunyai modal dasar yakni bela negara, karena nilai-nilai yang terkandung dalam bela negara meliputi cinta tanah air, rela berkorban, dan yakin pada Pancasila sebagai idiologi negara.

Implementasi bela negara bisa dilakukan dengan pendidikan kewarganegaraan, pendidikan militer secara wajib dan sukarela, dan juga pengabdian sesuai dengan profesi masing-masing. Mayoritas generasi muda secara umum mengalami degradasi nilai-nilai nasionalisme, hal tersebut diakibatkan oleh diri pribadi dan lingkungan. Pengaruh globalsasi yang negative harus diantisipasi agar tidak kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia.

Langkah antisipasi yang bisa dilakukan yakni dengan cara menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh dengan cara mencintai produk dalam negeri, menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai pancasila dengan sebaik-baiknya, melaksanakan ajaran agama dengan sebaik-baiknya dan selektif terhadap pengaruh globalisasi.

Diakhir pemberian materi, Kasdim berharap agar generasi muda mampu menjadi pewaris nilai-nilai luhur budaya dan penerus cita-cita perjuangan bangsa dan menjadi pelaku pembangunan yang memiliki kebangsaan dan patriotisme yang tinggi.( RedG )

Tinggalkan Balasan