Sragen – Meskipun kemarau sebentar lagi usai, akan tetapi sebagian wilayah di Kabupaten Sragen masih mengalami kekeringan. Dari pengamatan tim Aksi Cepat Tanggap ( ACT ) Solo yang terjun langsung ke lokasi di salah satu wilayah yang mengalami kekeringan yaitu di Dukuh Genengsari Desa Banyuurip Kecamatan Jenar Kabupaten Sragen, warga masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Warga Desa Banyuurip dalam memenuhi kebutuhan air bersih hanya mengandalkan bantuan sosial air bersih dari donatur atau komunitas yang datang. Mendengar informasi tersebut ACT Solo tergerak untuk beberapa hari kedepan akan mendistribusikan air bersih disana.

Berkolaborasi kemanusiaan dengan Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO) Solo Raya dan Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Solo, ACT Solo akan menyalurkan sebanyak 41 tangki air yang berkapasitas 8.000 liter. Penyaluran air bantuan air bersih pada Selasa (5/11), merupakan pendistribusian tahap awal sebagai prosesi secara simbolis bersama warga setempat.

Muhammad Usman selaku ketua Asbisindo Solo Raya menjalaskan bahwa kolaborasi bersama ACT Solo bukan yang pertama kalinya, untuk kali ini Asbisindo menggandeng OJK Solo untuk turut andil dalam program pengentasan kekeringan di Solo Raya.

“Semoga kontribusi melalui pemberian bantuan air bersih ini, bisa memberikan keringanan atas masalah yang dialami warga yang terdampak kekeringan,” ujar Usman, sedangkan Septi Endrasmoro selaku kepala cabang ACT Solo mengatakan untuk mewujudkan komitmen ACT Solo dalam mengatasi bencana kekeringan, ACT terus berusaha menjalin dan mengajak semua elemen masyarakat atau pihak-pihak korporasi untuk ikut berkontribusi dalam penyaluran bantuan air bersih.

“ ACT sangat berterima kasih banyak atas bentuk kerjasama kolaborasi kemanusiaan seperti ini, karena ini adalah sebuah langkah kecil dalam mengatasi permasalahan kemanusiaan yang begitu hebat dan banyak yang terjadi di negeri ini,” tuturnya. (RedG)

Tinggalkan Komentar