Solo- Citra pelayana publik yang identik berbelit dan lambat mendorong percepatan reformasi birokrasi untuk pelayanan publik yang cepat dan inovatif. Terkait hal tersebut pemerintah Kota Surakarta untuk pertama kalinya gelar Festival Pelayanan Publik 2019 di Atrium Solo Paragon Selasa (29/10).

Festival yang akan berlangsung mulai 29 Oktober hingga 1 November tersebut melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Berbagai produk jasa pelayanan Pemkot Solo digelar untuk masyarakat luas.

Dalam sambutannya Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmoko yang dibacakan oleh Wakil walikota Achmad Purnomo mengatakan bahwa dalam hal pelayanan publik menekankan aspek transparansi, akuntabilitas, responsifitas dan efisiensi.

Ajang Festival Pelayanan publik tersebut menjadi media publikasi pelayanan Publik dalam berbagai bidang dan menumbuhkan iklim.berkompetisi sehat antar institusi dalam.menghadirkan pelayanan.publik yang brrmanfaat bagi masyarakat.

Usai membuka secara resmi Festival Pelayanan Publik wakil walikota Surakarta Achmad Purnomo mengatakan kegiatan tersebut membuktikan kepada masyarakat bila semua pelayanan sudah bisa menggunakan sistem online.

” Kita terus membutuhkan masyarakat. Jika dinas terkait tidak sesuai dengan yang diucapkan mau mengkritisinya. ” ungkap purnomo.

Dia berharap adanya festival Pelayanan Publik tersebut bisa membuka mata. Masyarakat jadi cinta terhadap kotanya. Masyarakat bangga akan kota solo.

” Saya ajak masyarakat kota solo mau mendukung, mengkritik dan ikut membangun kota solo bersama sama.” tandas wakil wali.kota solo Achamad purnomo.

Beragam inovasi pelayanan publik yang memberi kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan layanan Pemkot Solo, digelar dalam pameran satu atap tersebut.
Bentuk festival ini adalah ekshibisi di ruang pamer, untuk mengenalkan inovasi dinas-dinas di lingkungan Pemkot Solo dalam memberi kemudahan layanan bagi warga Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat inovasi Pemkot Solo, misalnya e-retribusi, layanan Dispendukcapil yang disebut Besuk Kiamat, layanan KTP otomatis bagi anak yang berusia 17 tahun dan lain-lain.

Melalui Festival Pelayanan Publik masyarakat dapat teredukasi melalui sosialisasi langsung mengenai kualitas layanan yang transparan di Pemkot Solo.

Hal itu diharapkan memperkuat persepsi positif di masyarakat terhadap administrasi publik di lingkungan Pemkot Solo.
Selama berlangsungnya festival, dinas-dinas di lingkungan Pemkot Solo juga membuka layanan satu atap yang disebut sebagai etalase pelayanan program – program unggulan. Dalam pameran di mal tersebut juga melibatkan masyarakat, khususnya yang tergabung dalam PKK, di antaranya dalam gelaran fashion show kebaya klasik khas Solo.(RedG/Yusuf C)

Tinggalkan Komentar