Tangerang –  Haru campur bahagia dialami oleh Icih (65 tahun) janda tua beranak empat warga pemulung Rt 05/07 Kampung kelapa Desa Sindang Sono kecamatan Sindang kaya Kabupaten tengerang banten, yang menerima kunci rumahnya setelah dibedah oleh Duta kemiskinan bersama komunitas Daihatsu Xenia indonesia Club (DXIC) Koordinator tangerang raya, Avanza Xenia Solution (AXS), Paguyuban Agen JNE Bekasi, Pemilik Roda 2 Community (PR2C), Duta Kemiskinan (DK) perwakilan Cigeulis, DK Pandegelang DK Sobang, DK Pemalang, Jateng, minggu (27/10).

Monen ini juga menjadi momen yang sangat mengembirakan bagi Pegiat Kemanusian..

Perwakilan Masyarakat, Ustadz Yadi berterima kasih serta menekankan pentingnya melestarikan gotong royong dikampungnya. Dengan gotong royong sekuanya akan jadi mudah, maka aoabila nanti ada program seperti ini, masyarakat sekitar harus mensuport untuk bergotong royong dan membantu.

Hal senada juga diungkapkan oleh Setyadi selaku korwi tangerang raya Xenia Indonesia club, dengan adanya kegiatan kemanusiaan ini diharapkan mampu menjadi pengalaman tersendiri. Dimana Xenia Indonesia club Koreil Tangerang yang baru pertama ikut kegiatan duta kemanusiaan akan mampu selalu mendukung dan sesupport kegiatan kemanusiaan lainnya.

“Berharap bisa menjadi pelopor bagi kami yang baru pertama kali mengikuti kegiatan DK, dan  semula kami hanya memberikan santunan kepada anak yatim piatu kedepannya akan lebih kita tingkatlan lagi” tutur Yadi

Dengan anggota 80  untuk wilayah Tangerang Raya, yadi berjanji untuk lebih meningkatkan kepedulian dan kegotongroyongan. Bahkan kalah kalau bisa komunitas Xenia se nusantara agar dapat  menjadi donatur dalam kegiatanaya kemanusiaan seperti ini.

Ketua paguyupan JNE Bekasi Sugeng Taryono Adi mengungkapkan rasa senangnya bertemu dengan para DK. Kegiatan yang positif dan perlu di contoh komunitas lain.

“Kami hanya bisa mendukung dana dikarenakan keterbasan waktuKa. mi sangat terkesan dengan DK. Di jaman sekarang masih ada yang mau peduli dan ikhlas seta tulus membantu sesama.tampa meminta imbalan” katanya.

Mulyadi selaku Korlap kegiatan ini  menyoroti makin ludarnya budaya gotong royong, dengan adanya kegiatan ini diharapkan budaya gotong royong dapat bangkit dan menjadi jati diri masyarakat.

“Kepedulian dan rasa gotong royong di kampung kami sudah sangat memudar dan untuk membangkitkan budaya gotong royong yang kian menipis ini kami inisiasi dengan bedah rumah  bu icih. Ini menjadi pelajaran buat kami yang ada di kampung kelapa.” katanya.

Kegiatan di tutup dengan Pembagian Santunan dan sembako Kepada 40 lansia dan 40 anak yatim piatu. (RedG)

Tinggalkan Komentar