Cikarang – Ikatan Alumni Teknik Mesin Universitas Brawijaya menggelar acara Silaturahim Nasional Ikatan Alumni Teknik Mesin Universitas Brawijaya (UB) Malang, di Cikarang, Minggu, (13/10).

Alumni perguruan tinggi memiliki posisi dan peran strategis. Perguruan tinggi sebagai almamater dengan alumninya memiliki hubungan yang sangat kuat, bisa saling menguntungkan dan saling mendapatkan manfaat kebaikan. Alumni secara tidak langsung bisa berperan sebagai sales promotion person. Alumni adalah show chase, contoh nyata almamaternya.

Peran alumni juga bisa dilihat saat berinteraksi langsung dengan lingkungannya di tengah masyarakat. Pun, dengan lembaga lain. Alumni bisa aktif pada berbagai bidang life skill, soft and hard skill. Alumni dapat mengambil peran sebagai pengusaha, konsultan, eksekutif perusahaan, politisi, anggota legislatif, aparatur sipil negara/ regulator, pendidik/guru/dosen, dan sebagainya, demikian sebagian pendapat  Ari Wijaya, Ketua Ikatan Alumni Teknik Mesin UB.

“Peran itu yang membuat alumni berada dalam posisi yang penting dan mendesak sebagai salah satu pilar pengembangan almamater di masa depan. Sehingga kerja sama almamater dengan alumni melalui berbagai potensi yang ada, sangat perlu ditumbuhkembangkan,” tegasnya.

Acara Silaturahim Nasional Ikatan Alumni Teknik Mesin Universitas Brawijaya ini mendapat sambutan yang baik dari Djarot Darmadi, Ketua Jurusan Teknik Mesin Universitas Brawijaya.

“Ini adalah aksi strategis menangkap sinyal itu. Karena itu saya pun menghubungi Ari Wijaya Ketua Ikatan Alumni Teknik Mesin,” sambungnya.

Menurut Ari ada alasan kenapa Cikarang dipilih sebagai lokasi Silaturahmi Nasional. Baginya, Cikarang salah satu basis tempat alumni Teknik Mesin UB berkarya dan bekerja. Di samping itu, setidaknya berada di titik tengah sentra domisili alumni di Jakarta, Bandung, Cirebon dan sekitarnya.

“Tercatat 632 orang hadir dari 5.300 alumni Teknik Mesin. Rombongan dosen dari Malang juga hadir di Cikarang sejak Sabtu. Kami bersyukur, Prof. Dr. Ir. Pitojo Tri Juwono, Dekan Fakultas Teknik UB beserta jajaran juga hadir pada acara ini,” katanya disambut tepuk tangan riuh dari peserta yang hadir.

Acara hari ini adalah puncak pertemuan. Selain silaturahim, menambah jejaring dan tentu saja ajang kolaborasi antar alumni dan juga alumni dengan kampus, imbuh Ari. Dalam kesempatan itu juga Ari menjelaskan bahwa pada sehari sebelumnya, beberapa alumni dipilih secara random untuk memberikan masukan, termasuk kurikulum kepada Jurusan Teknik Mesin UB. Acara ini juga untuk memilih Ketua Ikatan Alumni Teknik Mesin periode 2019-2023.

“Pada kesempatan ini, kami juga mengucapkan terima kasih kepada para sponsor dan donator yang telah menyukseskan acara ini. Semoga mendapat balasan yang jauh lebih baik. Kami berharap apa yang kami lakukan menjadi sumbangsing memberikan SDM unggul kepada negeri ini, pungkas Djarot mengakhiri sesi wawancara siang tadi,” pungkasnya.

Sementara itu di lokasi yang sama, Ali Mundakir Ketua Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB), sangat gembira dan mendukung berlangsungnya acara Silaturahim Nasional ini. “Saya sebagai alumni Teknik Mesin Universitas Brawijaya sangat mendukung acara seperti ini. Selain silaturahim, kami juga bisa menjalin jejaring dan memberikan masukan kepada almamater,” tegas Ali Mundakir.

Lebih lanjut Ali pun mengungkapkan soal potensi alumni yang menduduki posisi penting dan strategis dapat menjadi penjungkit nama dan keberadaan almamater dan juga alumni yang lain. “Banyak hal yang bisa dilakukan, menyediakan tempat magang atau kerja praktek bagi mahasiswa. Bisa juga alumni sebagai narasumber membekali mahasiswa dengan keilmuan dan juga berbagi pengalaman di lapangan. Hal ini sudah secara rutin dilakukan alumni yang datang langsung ke Malang, maupun saat acara di beberapa daerah. Program seperti ini perlu terus ditumbuhkembangkan,” tegas Ali yang juga menjabat Direktur Utama PT. Pertamina Geothermal Energy.

Terkait dengan kepemimpinan di ikatan alumni, Ali pun berpendapat, “Ikatan alumni juga perlu dipimpin oleh alumni yang bisa mengakomodasi jejaring dan kolaborasi antar alumni dan juga alumni dengan almamater. Untuk periode mendatang saya lihat, Wiko Migantoro, Direktur Utama PT. Pertamina Gas, salah satu figur yang pas memimpin ikatan alumni. Tentu saja ia perlu didukung oleh tim pelaksana harian yang bisa bergerak lebih leluasa. Termasuk alumni yang menjadi dosen di Jurusan Teknik Mesin UB,” ucap Ali.

Namun demikian menurut Ali masih ada beberapa nama yang juga layak dijadikan nominasi. “Ada, Mardianus Pramudyo, Direktur Keuangan PT. INKA, Nyoman Awatara, Direktur PT. PJB Services, M. Zaenuri, CEO PT. Catur Elang Perkasa, Edy Nurhamid, Wadirut PT. Pratiwi Putri Sulung, Kamiludin,  Dirut PT. Valarbi, Ahmad Hasnan, Dirut PT. Pustek Engineering, Dr. Sugiarto, Purnami, MT, Dosen di Teknik Mesin UB,” ucapnya.

Diakhir perbincangan Ali menyatakan, “Saya yakin masih banyak lagi kandidat yang lain yang mau memberikan waktu dan tenaganya untuk almaater tercita. Dan tentu saja untuk berkontribusi kepada negeri yang kita cintai ini.” (RedG)

Tinggalkan Komentar