Solo – Usai diresmikan tanggal 17 Agustus lalu oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno Semanggi Pasar Kliwon Surakarta Jawa Tengah hari ini Senin (23/09) resmi membuka layanan kesehatan.

Demikian diungkapkan oleh Derektur RSUD Bung Karno Wahyu Indianto pada awak media pada jumpa pers.

” Sebenarnya sarana dan prasana belumlah seratus persen selesai. Diperkirakan selasai akhir bulan oktober ini. Tetapi untuk pelayanan dasar sudah berjalan maka kami putuskan bersama untuk membuka layanan hari ini. ” ungkap wahyu yang merupakan mantan Direktur medis RSUD Ngipang.

Lebih lanjut Wahyu mengatakan jika pendaftaran RSUD Bung Karno sudah buka 24 jam. Di bagian depan rumah sakit sudah tersedia mesin pendaftaran, sistem pendaftaran dan sistem informasi rumah sakit.

Salah satu fasilitas yang disiapkan oleh RS. Bung Karno

” Pelayanan dasar rumah sakit sudah memadahi seperti tersedianya bagian pelayanan seperti Unit Gawat Darurat, Poliklinik, Rawat inap dan operasi. Hanya memang rumah sakit belum memiliki dokter spesialis bagian saraf, jiwa, mata, jantung dan paru. ” kata dia.

Masih menurut keterangan wahyu. Kendala lain yakni belum lengkapnya obat untuk jenis tertentu, akibat pengadaan obat yang belum selesai sebagai akibat adanya perubahan sistem di Lembaga Kebijakan Pengadaan barang dan jasa Pemerintah (LKKP). Rekanan pengadaan alat kesehatan dan pengadaan obat terkedala masuk di sistem baru tersebut.

”Untuk itu kami melakukan (MoU) meminjam obat dahulu pada pihak RSUD Ngipang. Jumlahnya sekitar 30 persen dan jika pengadaan sudah selesai kami akan mengembalikannya dalam bentuk obat yang sama” tutur Wahyu.

Sementara saat ditanya wartawan terkait tarif yang digunakan RSUD Bung Karno, Wahyu mengatakan bila masih menggunakan tarif lama tahun 2014.

”Aturannya sudah ditetapkan atau telah disyahkan sesuai yang ada di RSUD Ngipang. Kita akan menyesuaikan jika terjadi perubahan tarif disana. ” jelasnya.

Terkait belum bisa digunakannya layanan BPJS wahyu meminta waktu untuk memprosesnya dengan pihak BPJS.

”Mudah mudahan satu bulan ke depan layanan BPJS sudah bisa gunakan masyarakat. Sudah ada permohonan ke BPJS melalui Dinas Kesehatan Kota Surakarta. ” jelas Wahyu.

RSUD Bung Karno yang termasuk Tipe C untuk tahun pertama akan melayani kapasitas seratus tempat tidur.
Sesuai regulasi tenaga kerja sekitar 150 orang. Sebelumnya tenaga tersebut telah dimagangkan ke RSUD Ngipang. Setelah dirasa memenuhi standar pelayanan baru ditempatkan di RSUD Bung Karno. (RedG/Yusuf C)

Tinggalkan Komentar