Yogyakarta – Puluhan mantan mahasiswa Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan tahun 1989 mendatangi Fakultas Biologi untuk melepas kangen dan menjalin tali silaturahmi dan persahabatan yang pernah dirajutnya 30 tahun yang lalu, sabtu (14/9).

30 tahun yang lalu, para mahasiswa menuntut ilmu di kampus kenangan ini dengan berbagai suka dan duka nya. Perjuangan menggapai asa, kisah perjalanan hidup sampai perjalanan cinta seperti terpampang di depan mata.

Para bapak ibu paruh baya ini menikmati perkembangan kampus biologi yang 30 tahun lalu pernah menjadi candradimukanya.

Di terima oleh Dekan Fakultas Biologi yang juga merupakan angkatan 89, Prof. Budi Setiadi Daryono, para alumni fakultas biologi ini sangat menikmati momen momen yang penuh kenangan ini.

Ketua panitia Joko Santoso menceritakan latar belakang usaha mengumpulkan teman teman setelah 30 tahun.

Reuni 30 tahun mahasiswa angkatan 1989, fakultas Biologi UGM, Sabtu – minggu (14-15 september 2019) mengambil tema “Paseduluran Saklawase : Kekancan Tumrap Nggayuh Kamulyan”

Tema yang diambil menurut ketua panitia merupakan suatu upaya agar para alumni fakultas biologi khususnya angkatan 1989 ini mampu menjalin silaturahmi dan persahabatan menuju kejayaan bersama.

Biomart Fakultas Biologi

Dekan Fakultas Biologi dihadapan para alumni menjelaskan perkembangan fakultas biologi dari masa ke masa. Perkembangan terakhir dengan menjalin berbagai pihak dan menjalin kerjasama internasional guna meningkatkan sumberdaya manusia di Indonesia.

Setelah itu para alumni diajak mengunjungi kebun kelengkeng yang didahului dengan kunjungan ke Biomart.

Biomart ini merupakan suatu Outlet yang dikhususkan dan di dedikasikan buat hasil penelitian Civitas akademika, usaha dari para alumni dan tentunya untuk memberi wadah dan contoh kepada para mahasiswa agar menjadi entrepreneur yang handal.

Setelah kelililing melepas kenangan langsung ke kebun kelengkeng dilanjut ke Sambi resort.

Sharing

Setelah lama tidak kumpul, maka cerita merupakan pelipur lara. Dibawah cerahnya bulan yang menyinari, peserta diajak untuk saling bercerita dan berbagi. Sehingga pengalaman teman dapat dijadikan guru dalam mengarungi sisa hidup.

Hari kedua, para alumni diajak menikmati segarnya kaki gunung Merapi dengan senam bersama dilanjut dengan lava tour yang memberi kenangan tersendiri. (RedG)

Tinggalkan Komentar