Wonogiri- Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri telah dilaksanakan Deklarasi Damai Pilkades Serentak Tahap III Tahun 2019 di Kabupaten Wonogiri.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, Dandim 0728/Wonogiri diwakili Kasdim Mayor Inf Nurul Muthahar, Wakil Bupati Edi Santosa, Kepala DPRD Kabupaten Wonogiri Setyo Sukarno dan tamu undangan lainnya, Senin (16/9) pagi.

Sambutan Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati mengatakan proses demokrasi di Kabupaten Wonogiri sudah teruji. Tahun 2019 sudah dilaksanakan Pileg dan Pilpres.

“Tugas saya bersama rekan-rekan TNI mengamankan orang, pemilih, panitia, calon kades, tempat suara, surat suara, kotak suara dan lainnya,” ungkapnya.

“Kami hanya mempunyai personil 600 dan harus mengamankan 186 desa, kami tetap meminta backup 360 personil dari Brimob Polda, Polres Sukoharjo, Polres Karanganyar, mari kita tunjukkan bahwasanya wonogiri aman. Terimakasih atas kerjasamanya rekan sekalian,” sambungnya.

Sambutan Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan tanggal 25 Deptember nanti semua perbedaan mari kita hilangkan. Terdapat 462 calon kepala desa dan yang jadi hanya 186,” jelasnya.

Dijelaskannya pemilihan serentak pada tanggal 17 April kemarin Wonogiri menjadi nomor satu dari 35 Kabupaten se Provinsi Jawa tengah semua tidak lepas pula dari dukungan keamanan TNI polri dan para camat dan stakeholder yang ada di Wonogiri.

“Mari jaga bersama kondusifitas bersama, nanti setelah tanggal 25 September nanti menjadi satu kembali. Tentunya kebersamaan diantara kita menjadi kunci sukses menjadi kunci untuk kesejahteraan masyarakat Wonogiri,” ungkapnya.

Sambutan Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa mengatakan hari ini semua membangun komitmen sekaligus berikrar dalam Pilkades nanti tanggal 25 September 2019 agar berjalan dengan aman tertib dan lancar dan tentunya berjalan demokratis.

“Bapak ibu calon kades yang hadir sudah banyak pengalaman dalam pemilu saya meyakini hal ini akan menjadi kan pedoman dalam pelaksanaan Pilkades nanti, kita sudah di uji di Pilkades tahap I dan II sehingga akan memudahkan kita dalam menyelenggarakan pelaksanaan Pilkades nanti,” bebernya.

Sambutan arahan Bupati Wonogiri Joko Sutopo menjelaskan Peraturan Daerah Kabupaten Wonogiri menetapkan tanggal 25 September 2019 pelaksanaan Pilkades serentak Tahap III, momentum Pilkades selalu ada dinamika yang berubah sewaktu waktu.

“Sekarang kades dituntut harus peka terhadap persoalan di wilayah nya, untuk segera mencari solusi atas kewenangan yang dimiliki. Sesuai UU nomor 6 2014 desa menjadi satu posisi yang sangat strategis,” jelasnya.

“Siapapun nanti yang dipercaya menjadi kades terpilih, harus menata manajerial, tata kelola dengan stakeholder manapun yang terbaik dan harus mau dikritik,” tutupnya.( RedG )

Tinggalkan Komentar