Solo – Ritus tahunan Jamasan Pusaka kembali dilakukan di Museum Keris Nusantara Solo Jawa Tengah,Kamis (05/09/2019).

Prosesi yang dilakukan mulai pukul delapan pagi hingg siang tersebut terbuka untuk umum. Ada sekitar dua puluh benda pusaka yang akan dibersihkan dalam proses jamasan tersebut. Benda pusaka tersebut berupa keris dan tombak. Bahkan salah satunya ada keris milik Presiden Joko Widodo yang merupakan masterpiece.

Menurut Keterangan Adi Sulistiono salah seorang mitra kerja Museum sekaligus Anggota Kumunitas Bowo Roso Tosan Aji Surakarta (Brotosuro) Keris merupakan peninggalan budaya leluhur yang mesti dirawat dan dibersihkan sesuai dengan tata cara yang sudah ada.

Proses tahapan jamasan meliputi proses pemutihan yakni khusus terhadap senjata pusaka yang terindikasi berkarat dengan direndam terlebih dahulu dalam larutan kelapa. Fungsinya adalah menghilangkan karat karena air kelapa bersifat basa. Selanjutnya senjata pusaka akan dicelupkan dalam air jeruk nipis yang dicampur air warangan . Air warangan sendiri merupakan hasil dari batuan tambang arsenik alami yang berfungsi melapisi bilah benda.pusaka. Selanjutnya benda pusaka dibersihkan dengan air sabun bercampur abu serta digosok dengan gerakan searah berkali kali. Tahapan berikutnya benda dikeringkan dengan cara dijemur. Selanjutnya melapisinya dengan minyak yang fungsinya supaya bilah logam tidak bersentuhan langsung dengan udara yang bisa menimbulkan karat. Benda pusaka lalu ditiriskan sekali lagi hingga kering, baru benda pusaka dimasukan kembali dalam warangkanya.

” Proses jamasan sebenarnya bukan berhenti pada benda pusakanya saja namun sesungguhnya ada filosofi yang tinggi yakni pembersihan atau pensucian diri pada pemiliknya, ” papar Adi.

Dirinya merasa bahwa masih banyak anggapan yang salah dalam prosesi tersebut di tengah masyarakat, misalnya ada air kembang yang dianggap untuk persembahan kepada setan. Padahal itu semua hanyalah simbol kesucian yang wujudkan dalam aroma wewangian. Sebagaimana diketahui dalam dunia spritual atau agama dalam dua belas bulan pasti ada satu bulan khusus yang terpilih untuk mensucikan diri. Bulan instropkesi diri.

”Keris sebenarnya adalah wujud dari pengharapan dan doa pemiliknya kepada Tuhan. Keris sebagai doa yang dihidupkan dalam seni tempa logam meminjam senjata sebagai prototipenya, ” terang Adi.

Dia juga merasa aneh dan lucu ketika masih banyak orang yang takut terhadap keris padahal keris merupakan buatan manusia. Sementara Tuhan menciptakan manusia sebagai makluk yang sempurna.
Adi kembali bertutur jika banyak hal yang sesungguhnya memiliki makna yang tinggi dalam warisan budaya. Ada pesan pesan yang butuh dicerna lebih dalam agar kearifan lokalnya bersama esensinya sampai. Dia mencotohkan bahwa orang dahulu doa banyak dihidupkan dalam wujud nyata. Harapannya adalah ketika permohonan itu lebih kuat dan nyata hingga doanya terkabul.

Musem Keris Nusantara sendiri memiliki koleksi keris sebanyak 1437 buah. Terdapat keris berumur tua bernama keris jalak pudo yang merupakan peninggalan abad ke delapan. Momen Jamasan ini manjadi salah agenda.khusus yang ditunggu oleh para pencinta keris keris nusantara sekaligus lebih mendekatkan. Meseum Keris di tengah masyarakat luas. (RedG/Yusuf C)

Tinggalkan Komentar