Pemalang – Jamu merupakan sebutan untuk obat tradisional asli dari Indonesia. Belakangan populer dengan sebutan herba atau herbal.

Jamu dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan, kulit batang, dan buah. Ada juga menggunakan bahan dari tubuh hewan, seperti empedu kambing, empedu ular, atau tangkur buaya. Seringkali kuning telur ayam kampung juga dipergunakan untuk tambahan campuran pada jamu gendong.

Jamu biasanya terasa pahit sehingga perlu ditambah madu sebagai pemanis agar rasanya lebih dapat ditoleransi peminumnya. Bahkan ada pula jamu yang ditambah dengan anggur. Selain sebagai pengurang rasa pahit, anggur juga berfungsi untuk menghangatkan tubuh.

Dilihat dari kasiatnya jamu kalau diminum secara rutin mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan tentunya menyehatkan bahan. Akan tetapi di era digital iji banyak orang yang tidak punya waktu untuk menyiapkan ramuan atau racikan jamu sendiri. Hal ini dimanfaatkan oleh Tri Atmi KH (49 tahun) sebagai peluang bisnis.

Warga Desa Mengori, Rt 04, Rw 02 Kecamatan/Kabupaten Pemalang ini membuat berbagai jamu dalam beberapa sajian yaitu dalam bentuk minuman segeran, sirup dan serbuk jamu. Hal ini memudahkan para konsumen  untuk memilih bentuk jamu yang diinginkannya.

Dengan label Puspitasari Putri ini menyediakan minuman segeran Kunyit Asam, Kunyit Asam Sirih, Kapulaga Kayu Manis, Cabe Lempuyang, Uyup-uyup Temulawak, Wedang Jahe dan Jus Mengkudu. Sedangkan dalam bentuk sirup tersedia Kunyit Asam Sirih, Uyup-uyup Temulawak, Cabe Lempuyang, Kapulaga Kayu Manis, Wedang Jahe dan Beras Kencur. Jamu dalam kemasan serbuk tersedia Kunyit Asam, Temulawak, Sari Jahe Seré, Sari Beras Kencur, Sari Temu Kunci.

Berbagai produk jamu Puspitasari Putri

Harga yang ditawarkanpun sangat terjangkau berkisar antara Rp. 10.000 sampai Rp. 25.000. Minuman herbal atau segeran dibandrol Rp. 10.000, sirup yang dikemas dalam botol 330 ml dihargai Rp. 30.000 sedangkan serbuk jamu 300 gr dengan harga Rp. 25.000

Selain membuat jamu, Puspitasari Putri juga memproduksi manisan Jahe. Untuk manisan Jahe sudah mengantongi ijin Dinkes Kabupaten Pemalang dengan PIRT no 212332705288, bahkan Tri juga  sudah mendaftarkan diri MUI untuk mendapatkan sertifikat halal.

Tri Atmi berkomitmen jamu yang disajikan ini higinies, menyehatkan dan halal.

“Semua bahan diolah secara higinies menggunakan bahan-bahan bermutu dan alami.” kata Tri yang merintis usahanya sejak tahun 2017 yang lalu.

Produk Puspitasari Putri ini dapat diperoleh di Fedepmart stasiun kereta api Pemalang, pusat oleh-oleh Ogel-Ogel dan di acara Car Free Day yang biasanya digelar di alun-alun kabupaten Pemalang. Atau dapat langsung menghubungi  nomor call/WA +62 819-3120-0408 (RedG)

Tinggalkan Komentar