Pemalang – Lebaran idul fitri  jatuh pada 5 Juni 2019, pergerakan arus mudik akan mulai terasa di minggu akhir di bulan mei 2019. Kabupaten Pemalang merupakan salah satu kabupaten yang dilewati jalur Pantura dan jalan tol tentunya mempunyai peran penting dalam menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) arus mudik dan balik tahun 2019.

Polres Pemalang tentunya telah mengantisipasi berbagai macam potensi gangguan kamseltibcarlantas serta berkerja sama dengan pemerintah dan instansi terkait.

Kapolres Pemalang AKBP Kristanto Yoga Darmawan SIK, M.Si. membagi wilayah Kabupaten Pemalang terdiri dari empat zonasi jalur mudik dan balik, Jum’at (24/5).

“Empat zonasi tersebut meliputi ruas jalur tol mulai km 300 hingga 322, jalur pantura sepanjang 26 km, jalur dalam kota sepanjang 11,2 km dan ruas jalur selatan sepanjang 39,1 km” jelas Kapolres.

Dari empat zonasi tersebut, Polres Pemalang telah menyiapkan pos pengamanan, pelayanan dan sub pos pangamanan.

“Di titik rawan kecelakaan dan kemacetan, Polres Pemalang menyiapkan 8 pos yang terdiri dari 4 pos pengamanan, 4 pos pelayanan ditambah beberapa sub pos pam,” ungkapnya.

Dalam mengantisipasi potensi kemacetan arus mudik di ruas jalur tol, terutama di exit gandulan, Polres Pemalang telah melaksanakan koordinasi dengan PJR Polda Jateng dan Pengelola Jalan Tol untuk melakukan pengalihan arus.

“Bila di gerbang exit Tol Gandulan terjadi antrian panjang hingga simpang susun, maka diberlakukan pengalihan arus kendaraan dari arah barat untuk diarahkan keluar di gerbang exit tol Pekalongan, sebaliknya dari arah timur akan diarahkan keluar di gerbang exit tol Tegal,” jelasnya.

Selain itu, Kapolres Pemalang mengungkapkan gerbang transaksi keluar juga akan ditambah dengan memberlakukan sistem 3-1.

“Gerbang transaksi keluar akan ditambah melihat intensitas kendaraan, tiga gerbang transaksi untuk melayani kendaraan yang keluar tol dan satu gerbang transaksi untuk melayani kendaraan yang masuk tol” terangnya.

Antisipasi Kemacetan di Pantura

Tingginya pemudik dengan kendaraan roda dua dan tidak adanya pembatasan truk sumbu lebih dari tiga yang melintas di jalur Pantura, sudah diantisipasi oleh Polres Pemalang. Ada tiga titik nyang sudah disiapkan yaitu di depan terminal Pemalang, Petarukan dan Comal.

“Untuk mengatisipasi kerawanan di jalur pantura, Polres Pemalang menyiapkan pos pelayanan di terminal induk Pemalang, Petarukan dan Comal,” ucap Kapolres.

Pada daerah Petarukan dan Comal yang potensi kemacetan disebabkan oleh pasar tumpah makatim urai telah disiagakan.

“Untuk wilayah Comal dan Petarukan yang berpotensi macet, kita siagakan personil di pos pelayanan dan tim urai di pos pam exit tol Gandulan,” imbuhnya.

Hati – Hati di Jalur Selatan

Jalan Provinsi Pemalang – Purwokerto merupakan jalur utama bagi pemudik yang keluar exit tol gandulan menuju Banyumas, Purwokerto maupun lintas jalur selatan Jawa. Guna mengantisipasi kelancaran lalulintas dijkur tersebut Polres pem telah menyiapkan pos pelayanan di Kecamatan Randudongkal dan tim urai yang fokus mengurai kepadatan lalu lintas di jalur selatan.

“Pos pelayanan berada di Kecamatan Randudongkal karena berada di titik tengah sepanjang jalur selatan dari Kota Pemalang hingga perbatasan Kabupaten Purbalingga” terang Kapolres.

30 (tiga puluh) personel akan disiagakan di jalur yang terkenal sempit dengan tikungan tajam.

“30 personil tim urai akan fokus mengurai kepadatan lalu lintas karena ruas jalur selatan kondisinya sempit dan hanya memiliki 2 jalur arah berlawanan,” imbuhnya.

Terkait gangguan alam yang dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas, Kapolres Pemalang berharap Muspika setempat dapat melaksanakan koordinasi dengan BPBD.

“Bila terjadi gangguan alam seperti pohon tumbang, diharapkan Muspika setempat bersama BPBD akan melakukan deteksi dan penanganan cepat,” tutupnya.(RedG sumber humasrespml)

Tinggalkan Balasan