Wonogiri – 2018 Senkom Mitra Polri berumur 14 tahun dan pada tahun 2018 ini pula kepengurusan Senkom sudah memasuki masa pergantian, untuk itu pada hari anggota Senkom melaksanakan Pelantikan Pengurus FKPM senkom Mitra Polri dan Ketua Senkom Mitra Polri Kecamatan se-Kabupaten Wonogiri Masa Bakti 2018 – 2023 yang bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Sabtu (13/10).

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Dandim 0728/Wonogiri Lekol Inf M. Heri Amrullah yang diwakilkan kepada Lettu Inf Mulyono, Polres Wonogiri Iptu Hatoyo SH., Ketua Penyelenggara Joko Rahmanto, Ketua Senkom Jawa Tengah H Umar Sahid, Ketua Pembina Pusat Senkom Irjen Purnawirawan Drs H Sridjono , Kakesbangpol Kab. Wonogiri Sulardi, Ketua Senkom Wonogiri Kardi Admojo.

Sambutan Ketua Penyelenggara Joko Rahmanto mengatakan berdirinya senkom sejak tanggal 1 Januari 2004 jadi usianya sudah 14 tahun dan ini adalah organisasi kemasyarakatan.

“Visi kami adalah sebagai lembaga yang handal dan profesional serta misi kami adalah membangun masyarakat yang kuat guna mewujudkan masyarakat yang tentram, aman dan damai di tengah-tengah masyarakat dalam rangka menciptakan suasana yang kondusif. Tujuan senkom yaitu mewujudkan penjagaan keamanan ketertiban dalam masyarakat. Sesuai nawacita bapak Presiden untuk selalu maju dalam membangun bangsa dan negara guna terciptanya keamanan yang aman dan damai,” ujarnya.

Dia menuturkan untuk anggota Senkom yang berada di wilayah kabupaten Wonogiri beranggotakan 250 orang anggota. Mekanisme dalam perekrutan anggota senkom sesuai dengan AD/ART yang sudah ada. Perekrutan anggota senkom sesuai dengan berbagai syarat salah satunya harus mandiri dan anggota senkom juga dilarang merokok. Slogan senkom polri yaitu menembus tanpa batas dengan sesarengan mbangun Wonogiri. Kami sebagai anggota senkom mendukung atas keamanan dalam wilayah wonogiri ini. Semoga senkom kedepan semakin handal dan profesional.

Ketua Pembina Pusat Senkom Irjen Purnawirawan Drs H Sridjono dalam sambutannya menyampaikan perlu disampaikan bahwa pertemuan pada ini dalam rangka pelantikan anggota senkom maupun pengurus periode masa bakti 2018-2019. Kita juga sebagai anggota senkom wajib berempati kepada saudar-sudara kita yang terkena musibah baik gempa maupun tsunami yang ada di Sulawesi, Lombok maupun Situbondo. Mudah-mudahan yang meninggal diampuni dosanya serta yang sakit, yang masih koma semoga segera diberikan kesembuhan. Semua itu adalah kuasa Allah. Terkait dengan pelantikan senkom ini adalah membantu tugas polri dalam rangka menciptakan kamtibmas.

” Ini merupakan organisasi masyarakat. Saya berharap kepada anggota senkom agar selalu bepegang teguh pada visi dan misi tersebut.Diharapkan untuk seluruh organisasi ini harus berkaca kepada kita nantinya. Di senkom yang ada unsur nilai-nilainya yaitu mengenai nilai rukun, kompak, jujur, amanah, efektif dan efisien. Nilai-nilai senkom yang ada di Wonogiri ini diharapkan dapat mengamalkannya didalam kehidupan sehari-hari. Dalam rangka menyambut tahun politik itu harus pegang teguh nilai-nilai tersebut guna mewujudkan wonogiri ini aman dan nyaman,” katanya.

Sambutan yang disampaikan oleh Bupati Wonogiri Joko Sutopo sekedar informasi bahwa Wonogiri adalah sebagai wilayah yang paling selatan diantara wilayah jawa tengah ini. Dimana luasa wilayah wonogiri ini terluas nomer dua setelah kabupaten Cilacap. Ini merupakan tugas yang paling berat bagi pemerintah yaitu untuk menjaga keamanan dan harmonisasi di dalam kemasyarakatan. Untuk itu dibutuhkam kemitraan dan kerjasama yang sangat baik dimana senkom menujukkan dedikasinya kepada masyarakat. Dimana hari ini dipendopo digunakan untuk melaksanakan pelantikan para pengurus senkom ini.

“Ini adalah tugas dan tanggung jawab yang semakin berat. Dimana dalam pertambahan tahun ini semakin komplek dalam masalah informasi dan perkembangan jaman. Senkom di wonogiri sudah menunjukkan eksistensinya dimana tahun ini sudah menginjak tahun ke 14. Harapan kami nanti apabila pada tanggal 1 Januari tahun 2019 dapat diselenggarakan lagi disini guna megadakan evaluasi kedepannya. Bahwa pengabdian itu harus didasari dengan keiklasan sesuai dengan nilai-nilai kita guna mewujudkan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya. (RedG)

Tinggalkan Balasan