Pemalang – Menurut Kamus bahasa Brebes – Tegal, Bedogan diartikan penculik. Fenomena bedogan sudah ada dari sejak dahulu zaman PKI Tahun 1965 hingga tahun 1995, masih terdengar kata bedogan dari orang tua untuk menakuti anaknya, agar mereka jangan bermain terlalu jauh dan lama.

Digambarkan oleh orangtua untuk menakuti anaknya agar tidak keluar disiang hari tanpa mengenal waktu, bedogan ini akan menculik anak untuk di “penggal kepala” guna tumbal suatu jembatan atau bangunan. Tentunya cerita tersebut akan membuat getar anak anak untuk bermain disiang hari yang panas dan terik.

Seiring perkembangan tekhnologi fenomena bedogan sudah mulai menghilang, sudah jarang atau mungkin sudah gak ada lagi orangtua yang menakuti anaknya dengan menyebut bedogan.

Riki Yusup, menulis cerita yang dituangkan dalam film pendek karya anak Pemalang dengan Judul “Bedogan 1990” menuturkan dalam sinopsisnya
Bedogan merupakan sosok yang sangat ditakuti oleh masyarakat, keberadaannya membuat orang tua selalu menakut nakuti anak anak agar jangan keluar rumah apalagi siang bolong pada jam shalat Dzuhur.

Difilm Bedogan yang merupakan salah satu karya anak anak kreatif Pemalang menceritakan seorang wanita bernama Winarsih yang sudah lama tidak pulang kerumah, winarsih pulang dengan kekasihnya Yanto. Keanehan dirasakan Yanto ketika memasuki desa tersebut, masyarakat di di desa ini selalu menutup pintu dan ketakutan ketika suara adzan duhur berkumandang, ternyata masyarakat disini percaya dengan mitos Hantu Bedogan yang berkeliaran pada saat jam tersebut.

Siapa yang jadi bedogan dan seperti apa rupanya? Lihat tayangannya di nonton bersama “Bedogan 1990”. Catat tanggal mainnya. (admin)

Tinggalkan Komentar