14 pelaku pencurian kabel milik Telkom.

Semarang- Direktorat Resese Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah menangkap 14 pelaku pencurian kabel milik Telkom. Kejadian pada Kamis 22 Oktober 2020 malam, di Jalan Supriyadi Semarang.

Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan aksi yang dilakukan oleh para pelaku pencurian tersebut menggunakan surat palsu pada Kamis (22/10) beberapa waktu lalu ini terungkap setelah Saksi berinisial AK mendapat informasi bahwa di Jalan Supriyadi, Kota Semarang ada pekerjaan kabel Telkom. Lalu AK menghubungi rekannya berinisial M, untuk melakukan pengecekan.

“Modus yang mereka lakukan adalah berpura-pura sebagai petugas dari Telkom. Mereka menunjukkan surat keterangan palsu yang dibuat mereka untuk mengaku sebagai petugas, “ungkap Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna yang didampingi Kombes Pol Wihastono Ditreskrimum Polda Jateng dalam konfrensi pers di Lobby Kantor Ditreskrimum, Kamis (12-11-2020).

Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna juga mengatakan pelaku sudah melakukan aksinya sebanyak 4 kali dalam operasi dan satu kali melakukan aksi pencuriannya para pelaku menjual barangnya dengan mendapatkan uang sekitar 150 juta.

“Para pelaku menurut pengakuan sudah melakukan sebanyak 4 kalinya. Aksi dilakukan setiap malam dengan berpura-pura sebagai petugas, ” Lanjut Kabidhumas.

Lebih lanjut, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengungkapkan 14 pelaku pencurian kabel tersebut memiliki peran masing-masing. Salah satunya, aktor pelaku pencurian berinisial “H” dulu pernah bekerja sebagai pihak ketiga di Telkom.

“ Pelaku berinisial “H” otak dari semua pelaku dan sudah mengajak teman-temannya dari berbagai daerah, “imbuhnya.

Diketahui, Polda Jateng menyita barang bukti aksi pencurian kabel antara lain pakaian, 3 buah handphone, 1 unit mobil inova, sisa uang hasil kejahatan sebanyak 1.500.000, 16 potong kayu balok, 4 buah rompi, 1 buah segitiga pengaman, 1 gergaji besi, 1 buah gergaji kayu, 6 buah linggis besar, 2 buah kapak palu, 3 lampu senter, 4 buah dettok rantai besi, 1 buah meteran gulung, 1 mobil toyota rush, 1 mobil avanza, surat yang diduga palsu.

Atas kejadian tersebut para tersangka diterapkan pasal 363 ayat 3 KHUP tentang pencurian pemberatan dan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (RedG/Dicky Tifani Badi)

Tinggalkan Komentar