oleh

10 Lembaga Kesehatan Teken Kerjasama dengan Dukcapil

Jakarta – Dalam rangka penanganan Covid-19 di Indonesia, sembilan lembaga pelayanan kesehatan dan industri penerbangan melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2020).

Dirjen Dukcapil Kemendagri, Prof. Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, penandatanganan kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang sudah dilakukan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bersama Menteri BUMN, Menteri Kesehatan dan Menteri Perhubungan beberapa waktu lalu.

“Kita bercita-cita bahwa seluruh lembaga pelayanan publik bisa saling terkoneksi, sehingga memudahkan di dalam seluruh pelayanan publik dan juga dengan tingkat akurasi data yang tinggi mewujudkan harapan Bapak Presiden menuju satu data Indonesia,” kata Zudan dalam keterangan pers yang diterima G-News.id di Jakarta, Rabu (30/12/2020).

Adapun sembilan lembaga kesehatan yang menandatangani kerjasama itu adalah PT. Sejahteraraya Anugrahjaya, Tbk., PT. Sejahtera Inti Sentosa, PT. Nirmala Kencana Mas, PT. Kedoya Adraraya, PT. Bio Farma (Persero), PT. Kimia Farma, PT. Kimia Farma Diagnostika, PT. Kimia Farma Apotek, serta PT. Inti Dharma Global Indo. Sementara satu lembaga penerbangan adalah PT. Angkasa Pura Indonesia.

Menurut Zudan, selain dengan 10 lembaga tersebut, pihaknya juga telah melakukan penandatanganan dengan lebih dari 2.840 lembaga lainnya, termasuk daerah.

Dengan demikian, kata dia, ini akan membawa implikasi bahwa akan terjadi integrasi data nasioal, dan yang kedua akan memperluas cakupan pembinaan dan pengawasan Kemendagri, secara vertikal cakupan pembinaan dan pengawasan akan meliputi 514 kabupaten/kota beserta seluruh lembaga pengguna di daerah.

“Saat ini sudah lebih dari 800 lembaga pengguna di daerah, kemudian binwas (pembinaan dan pengawasan). Yang kedua adalah untuk lembaga pengguna pusat dari Kementerian/Lembaga, dan berbagai industri seperti industri keuangan, industri kesehatan dan perguruan tinggi,” pungkasnya.*

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed